BMKG: Hujan Berpeluang Guyur 11 Wilayah Riau, Tujuh Daerah Waspada Petir

BMKG: Hujan Berpeluang Guyur 11 Wilayah Riau, Tujuh Daerah Waspada Petir
Foto ilustrasi (Akal Imitasi) Gemini

PEKANBARU - Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang mengguyur sejumlah wilayah Provinsi Riau pada Minggu (4/10/2026). Hujan diprakirakan terjadi sejak pagi dan kembali meluas pada sore hingga malam hari.

Forecaster On Duty BMKG, Elisa JS Kedang, menyampaikan berdasarkan pantauan citra radar cuaca, hujan ringan hingga sedang sudah terjadi pada pagi hari di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis dan Pelalawan.

Memasuki siang hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Siak, Kepulauan Meranti dan Bengkalis. Pada periode ini, kondisi udara juga berpotensi mengalami kekaburan akibat asap hingga cerah berawan.

"Potensi hujan kembali meluas pada sore hingga malam hari. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir dan Kota Dumai," kata Elisa.

Sementara pada dini hari, kondisi udara diprakirakan kabur hingga cerah berawan. Tidak ada wilayah yang secara khusus disebut berpotensi mengalami hujan pada periode tersebut dalam prakiraan BMKG.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem.

"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Kota Dumai," imbaunya.

Potensi tersebut dapat terjadi pada pagi, siang atau sore hingga malam hari. Masyarakat di wilayah yang masuk dalam peringatan dini diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Secara umum, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 50–98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.

"Sementara itu, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masih dalam kategori rendah," imbuhnya.

Di sisi lain, pemantauan hotspot hingga pukul 23.00 WIB mencatat 61 titik panas di Provinsi Riau. Sebagian besar titik panas tersebut terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir dengan 51 titik.

Hotspot lainnya terpantau di Kabupaten Pelalawan sebanyak delapan titik dan Kabupaten Kuantan Singingi dua titik.

Jumlah hotspot Riau tersebut lebih tinggi dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya yang mencatat 11 titik. Namun, hotspot merupakan indikator titik panas hasil pemantauan satelit dan tidak secara otomatis menunjukkan sumber maupun luas kebakaran.

Secara keseluruhan, jumlah hotspot di wilayah Sumatera tercatat sebanyak 2.471 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.820 titik, disusul Bangka Belitung 408 titik, Jambi 46 titik, Lampung 126 titik, Sumatera Utara empat titik, Kepulauan Riau empat titik dan Bengkulu dua titik.

BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan cuaca, terutama di wilayah yang masuk peringatan dini. Potensi hujan disertai petir dan angin kencang perlu diwaspadai karena dapat terjadi pada beberapa periode dalam sehari. ***

Berita Lainnya

Index